Pendidikan Bukan Formalitas Belaka. Lebih dari Itu, Bisa Menjadi Fondasi di Segala Aspek Kehidupan

Barang siapa mengenyam bangku belajar kampus, berhak untuk memperoleh ijazah dan wisuda. Sebagai bukti bahwa empat tahun belajar tidak sia-sia. Meskipun, tentu saja wisuda hanyalah seremonial, sama halnya dengan ijazah yang hanyalah sebuah kertas dengan pernak-pernik formalitas.Tiap orang biasanya akan berbahagia saat lulus. Bahkan sebelum lulus, saat sidang akhir usai, kita sudah sumringah. “75 persen lulus!” Kira-kira mungkin demikian bila kita bertanya bagaimana perasaan seseorang setelah selesai di sidang. Kalau dipecah-pecah lagi, maka dalam melewati tiap semester euforia semacam itu juga terasa. Melewati ujian akhir semester, melewati ujian tengah semester, melewati kuis bulanan, dan seterusnya. Pendek kata, kita bisa bilang kuliah itu melelahkan.Apa bedanya? Di atas sempat tertulis kata ‘formalitas’. Dalam kamus kita, formalitas berarti bentuk (peraturan, tata cara, prosedur, kebiasaan) yang berlaku. Ketika kita diperdengarkan dengan istilah “pendidikan formal”, tidakkah itu jadi agak mengganjal?

Sebab di sana pendidikan malah jadi sesuatu yang “kebiasaan” semata. Ia jadi hal yang prosedural. Kita kemudian jadi ngeri sendiri kalau tidak mencapai kriteria-kriteria prosedural itu. Dengan kata lain, kalau kita masuk kuliah, maka bisa jadi itu bukan disebabkan pilihan kita, melainkan karena itulah prosedur yang berlaku di sini, Indonesia. Bukan karena mau tapi karena harus. Kalau kamu nggak punya gelar maka akan kesulitan dalam mengarungi dunia kerja.Tak heran juga kalau muncul perkataan seperti “ilmu selama kamu sekolah nggak akan terpakai” atau “kuliah nggak relate sama dunia kerja nanti”, tapi ketika kita mau melamar kerja, hampir pasti kualifikasinya adalah mengenyam bangku pendidikan (paling tidak SMA). Mengapa? Sebab barangkali pendidikan itu kadung membeku jadi formalitas belaka. Kita dibekukan kurikulum, dibekukan oleh pemahaman tunggal semata. Kita harus lolos dari formalitas demi formalitas tanpa esensi.

Kita akhirnya tak terbiasa untuk benar-benar berpikir. Padahal justru itu bagian yang tersulit dan paling seru, mengajarkan orang untuk berpikir, untuk mengulik bidang yang dipelajari tanpa harus memikirkan “ini nanti gunanya apa ya kalau kerja?”. Sehingga baik ilmunya maupun orangnya berkembang secara simultan.

Lulus itu artinya kita terkualifikasi dengan baik. Kita berhasil melalui sesuatu itu dengan baik. Lulus ujian nasional, contohnya, berarti kamu benar-benar mampu menguasai soal-soal yang merepresentasikan pembelajaran selama tiga tahun. Bukan semata-mata lolos. Karena lolos itu artinya terlepas lari dari sesuatu. Lah, pendidikan itu kan tujuannya justru untuk membebaskan kita dari sesuatu bernama kedunguan, ini malah jadi sesuatu yang kesannya mengekang.

PENDAMPINGAN ANAK DI ERA DIGITAL

Kemajuan teknologi begitu cepat dan pesat saat ini telah memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan segala bentuk aktivitas sehari-hari, terutama dalam mengakses segala informasi dengan cepat. Kemajuan teknologi ini juga memberikan pengaruh signifikan terhadap tatanan kehidupan keluarga dan masyarakat.

Dengan kemajuan teknologi di era digital ini tentunya harus kita sikapi secara bijak dan tepat, agar dapat memberikan manfaat bagi keluarga terutama dalam mendidik anak. Di era digital ini tidak bisa kita pungkiri bahwa kemajuan teknologi saat ini terutama berbasis internet memberikan dampak positif dan bisa juga berdampak negatif untuk perkembangan anak anak. Dimana media teknologi bisa melalui laptop, gadget, komputer, tablet dan lain sebaginya yang dapat memberikan kemudahan kepada anak untuk mengakses informasi melalui internet dimanapun dan kapanpun.

Peran orang tua sangat penting dalam memberikan pendampingan terhadap anak-anak di era digital ini. Sebagimana di kutip dari beberapa sumber. Bahwasanya peran orang tua yang harus dilakukan di era digital adalah:

Mengarahkan Penggunaan Perangkat dan Media Digital

Kondisi orangtua harus bisa dan dapat memberikan arahan terhadap anak-anaknya dalam memberikan informasi terkait penggunan alat digital dengan jelas jika anak sudah terpapar dengan perangkat digital akan memberikan dampak negatif terhadap tumbuh kembang anak dalam lingkungan keluarga. Lebih baik utk mengarahkan dengan komunikasi yang efektif untuk memutuskan berapa lama dan kapan mereka dapat menggunakannya. Seperti memberikan batasan waktu kapan harus mulai menggunakan media digital dan kapan harus berhenti.

Imbangi Waktu Menggunakan Media Digital dengan Interaksi di Dunia Nyata.

Orang tua dapat memberikan gambaran paparan media digital dengan mengenalkan pengalaman di dunia nyata seperti kegiatan di luar ruangan, olahraga, kesenian, membaca interaktif, musik dan gerakan, permainan tradisional.

Tambah Pengetahuan Orang Tua

Penerapan aturan terhadap anak-anak sangat sulit diterapkan jika pengetahuan dan wawasan tentang digital tidak ditingkatkan. Ortu harus sudah mengenal dan mengetahui apa itu twitter, facebook atau blog. Luangkan waktu untuk mengenal situs yang pernah di kunjungi anak dan history laman web atau blog yanag sudah di kunjungi anak.

Pinjamkan Anak Perangkat Digital Sesuai Keperluan

Pinjamkan anak perangkat-perangkat yang memang diperlukan dan menunjang utk kebutuhan belajar anak. Batasi perangkat-perangkat yang memang tdak diperlukan dan kalau memungkinkan jauhkan dari perangkat yang dapat menggangu kegiatan anak.

Pilih Program Atau Aplikasi Positif

Peran orang tua sangat perlu untuk selektif dan mengidentifikasi program atau aplikasi yang bernilai edukasi dan memberikan manfaat bagi pertumbuhan anak.

Gunakan Perangkat Digital Secara Bijaksana

Orang tua memegang peranan utama dalam kontroling segala kegiatan anak, termasuk dalam penggunaan perangkat digital. Oleh karena itu, orang tua perlu bijak dalam menggunakan perangkat digital selama berinteraksi dengan anak. Orang tua yang kurang bijak dalam menggunakan perangkat digital akan membawa dampak negatif terhadap perkembangan anak. Seperti hindari penggunaan gadget sebelum tidur, bangunlah kedekatan dengan anak sebelum tidur dengan bercerita, atau membacakan dongeng untuk buah hati.

Mendampingi dan Meningkatkan Interaksi

Orang tua perlu mendampingi dan berinteraksi dengan anak selama penggunaan media digital. Dampingi selalu anak saat berselancar di dunia maya dan gunakan satu perangkat digital dalam kesempatan aktivitas keluarga.
Rate this item:

Sistem Operasi

Sistem operasi dulu hanyalah merupakan interface antara lingkungan komputasi dan pengguna, tetapi kini sistem operasi modern sudah mengambil alih juga dukungan terhadap pengembangan serta wajah aplikasi. Penjual-penjual sistem komputer bahkan menggunakan sistem operasi ini sebagai sarana kompetisi, Dan perangkat keras sebagai komoditi saja. Beberapa kata kunci penting dari sistem operasi masa depan adalah multi platform support, easy to use, dan peer – to – peer networking.

Dalam lingkungan heterogen (beragam), adanya kemampuan multi platform support dari sebuah sistem operasi merupakan kebutuhan, sehingga menempatkan Unix sebagai pelopor terdepan karna unix saat ini merupakan satu-satunya sistem operasi yang memiliki dukungan ini. Beberapa sistem operasi yang tidak memiliki kemampuan ini memilih untuk mengembangkan kemampuan melayani client-client dari lingkungan komputasi yang berbeda-beda dengan menerapkan arsitektur client-server.

Berpindahnya sumber daya komputasi ke meja-meja pengguna menuntut agar lingkungan komputasi lebih mudah untuk digunakan dan mudah diadministrasikan karena tipe-tipe pengguna sarana komputasi menjadi meluas dan menurun ke pengguna-pengguna biasa yang tidak mempunyai ilmu pengetahuan komputer seperti halnya pegawai-pegawai pada sebuah pusat pegolahan data. Easy to use ini mempengaruhi infrastruktur dari pengembangan sistem informasi di masa datang dan merupakan ekspektasi utama dari pengguna sistem. Beberapa jenis sistem operasi menggunakan graphical user interface dan beberapa lainnya bahkan mulai memberikan kemampuan multi media (teks grafis dan suara) untuk memudahkan interaksi antara pengguna dan sistem komputer. Sistem operasi multitasking 32 bit yang memiliki kemampuan manajemen memori virtual dan memiliki sistem file yang andal merupakan konsep sistem operasi masa depan. Orientasi ke objek ( object oriented) yang memberikan fasilitas sharing data antar program dan memungkinkan hubungan antar program aplikasi akan menjadi trend sistem operasi masa depan. Selain dari pada itu, sistem operasi ini juga berfungsi sebagai media pembentukan program-program baru dari komponen-komponen kecil (applet) yang merupakan perwujudan dari objek (enkapsulasi dari kode dan data) dalam sistem operasi.

komputer-komputer di masa depan akan tersambung satu dengan yang lain demikian eratnya, kemampuan peer-to-peer networking merupakan kemampuan yang menunjang konsep distributed computing dan technology client server. Kemampuan ini juga memungkinkan akses informasi dari mana saja dalam jaringan komputer tanpa pengguna mengetahui lokasi fisik dari informasi tersebut. Dengan demikian pengaman yang andal merupakan satu keharusan bagi sistem operasi yang baik.

Teknologi peer-to-peer memungkinkan diterapkannya software agent, yaitu sebuah perangkat lunak pintar yang mampu diberi perintah dan memiliki kecerdasan navigasi dalam rimba belantara jaringan komputer. Seorang yang memerlukan sebuah informasi yang tersimpan dalam jaringan komputer misalnya, dapat memberi perintah kepada agent untuk berjalan menjelajahi jaringan dan mencari informasi yang dibutuhkan tersebut, dan kemudian membawanya lagi ke pengguna yang memberikan perintah kepadanya. Banyak ahli memperkirakan bahwa agent akan merupakan sebuah komponen utama dari sebuah sistem informasi masa depan